Tata Kelola Subsidi Energi: Menuju Transisi yang Adil
Subsidi energi menyerap ratusan triliun rupiah tiap tahun, namun manfaatnya bocor ke kelompok mampu. Laporan ini memetakan jalur reformasi yang melindungi rumah tangga rentan.
Selama dua dekade, subsidi energi menjadi instrumen politik sekaligus beban fiskal. Studi kami menunjukkan bahwa 60 persen manfaat subsidi BBM justru dinikmati oleh 40 persen rumah tangga terkaya.
Reformasi yang berhasil membutuhkan tiga prasyarat: kompensasi tunai yang tepat sasaran, komunikasi publik yang transparan, dan jadwal penyesuaian harga yang dapat diprediksi pasar.
Kami mengusulkan mekanisme dana ketahanan energi yang mengalihkan penghematan subsidi langsung ke investasi energi terbarukan dan jaring pengaman sosial, bukan ke ruang fiskal umum yang mudah tergerus.